RSS

Indonesia Urutan 4 Dunia pengakses situs porno

15 Jul

Entah kenapa pikiran gw hari ini rada rada ngeres.Pengen browsing ???bingung buka apa…..searching artikel malah dapat yang beginian.Ya ampun,,,,lagi lagi Indonesia.Yang peringkat dunia malah yang beginian.Daripada gw ngetik muter muter,langsung baca artikelnya ya.Let’s check it :

Masyarakat Indonesia berada pada urutan ke-4 di dunia yang gemar membuka situs pornografi pada 2010 ini. Pada 2008 dan 2009, Indonesia menempati urutan ke-3 setelah Vietnam dan Kroasia. Demikian hasil survey yang diungkapkan Ketua Gerakan “Jangan Bugil Depan Kamera” Peri Umar Farouk di Kendari, Sulawesi Tenggara, belum lama ini.
Menurut Peri, sosialisasi tentang  Undang-Undang Nomor 44/2008 tentang Pornografi dipandang sangat penting, karena  masyarakat belum mengetahui pengaruh ketentuan hukum itu dalam kehidupan sehari-hari. Terutama, katanya, terkait maraknya fenomena pornografi di Tanah Air sebagai dampak teknologi internet.

Peri mengatakan, Kalangan yang gemar mengakses internet dengan kata kunci “sex” terdiri atas kalangan remaja usia antara 14-26 dan kalangan dewasa usia antara 30-45 tahun. Mereka, katanya, mengakses interney melalui warung internet (warnet) dan perkantoran.

“Meski dalam UU pornografi itu menyebutkan bahwa yang tidak terjerat dalam hukum pidana adalah membuat, memiliki, atau menyimpan materi pornografi untuk dirinya sendiri dan kepentingan sendiri namun, dengan pertimbangan lain, setiap individu secara sukarela lebih aman membebaskan diri atau menjauhkan untuk tidak membuka situs pornografi,” ujar Peri.

Oleh karena itu, kata Peri Umar, untuk tidak lebih meluasnya penggunaan internet yang mengakses situs berbau pornografi, pemerintah dan masyarakat wajib melakukan pencegahan pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi (pasal 17) dalam UU Pornografi tersebut. “Artinya bahwa, masyarakat yang melaporkan pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam pasal itu berhak mendapatkan perlindungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” katanya.

Sudah saatnya, tambah Peri, lingkungan kerja, perusahaan, atau koperasi, membuat kebijakan-kebijakan dalam profesionalitas badan kepegawaiannya, yang berkaitan erat pencegahan pornografi di lingkungan kerjanya. “Bila perlu cantumkan pemberian sanksi yang berat untuk penyalagunaan fasilitas kantor berkenaan pornografi,” katanya.

Sumber : Liputan 6

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 15, 2010 in Info Teknologi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: